Gimana Caranya

Cara Menuju Gunung Sibayak, Sumut

Cara Menuju Gunung Sibayak, Sumut

Kalau di pulau Jawa ada Gunung Salak yang katanya bisa jadi gunung pertama buat pemula nyobain naik gunung, nah kalau di Sumatera Utara ada Gunung Sibayak. Dua gunung ini punya tinggi yang hampir sama, sekitar 2200 meter di atas permukaan laut.

Gunung Sibayak terletak di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara. Berjenis stratovolcano atau gunung berapi aktif tapi, jangan khawatir karena aman bagi siapa aja untuk mengunjunginya.

Kalau cuaca cerah, maka rumah-rumah penduduk di kaki gunung bakal keliatan jelas kayak begini dari atas puncak gunung Sibayak. (foto: pribadi)

Gunung Sibayak sih rasanya udah nggak asing ya buat penggiat alam di Sumatera Utara. Bahkan kebanyakan mereka jadiin nih gunung sebagai gunung pertama buat didaki bagi para pemula.

Biarpun nggak begitu sulit untuk ke puncak, sewajarnya buat pengunjung jangan pernah meremehkan gunung ini karena ada beberapa kasus orang hilang di gunung ini dan pas ketemu udah jadi mayat, bahkan ada yang nggak ketemu sama sekali.

Ini nih beritanya:

Cerita Pendaki Jepang Tersesat di Kampung Mistis Gunung Sibayak

Daftar Pendaki Asing Yang Pernah Hilang Di Gunung Sibayak

Warga Jerman yang Hilang di Gunung Sibayak Ditemukan Tak Bernyawa

Gunung ini juga biasa dijadikan sebagai gunung pertama yang didaki oleh para pemula. Lalu, gimana caranya kita ke Gunung Sibayak?

1. Tentukan mau naik apa

Sinabung Transport salah satu angkutan menuju Berastagi. Sisanya ada bus Aronta, Borneo, dll yang bentuknya hampir sama dengan bus ini tapi cuma beda warna.
(foto: travellingmedan.wordpress.com)

Kalau kamu mau ke gunung Sibayak dari kota Medan, dibutuhkan waktu tempuh sekitar 2 sampe 3 jam dan ada tiga pilihan kendaraan.

Pertama, naik angkutan umum yang biasa kami sebut sebagai angkot. Kalau mau naik angkot ke Berastagi, nggak susah kok, pilih aja salah satu angkot yang ngetem di Simpang Pos Medan atau persimpangan Jalan Jamin Ginting dekat fly over.

Nama-nama angkot yang punya bentukan mirip bus itu adalah Sinabung Jaya, Borneo, Murni, dan Sumatera Transport (Sutra). Kadang-kadang juga ada bus Almasar jurusan Kualanamu – Kabanjahe yang lewat dan bisa di-stop di pinggir jalan. Ongkosnya cuma Rp 10.000.

Tips:  pastikan pake uang pas, nggak lebih dari selembar uang 10 ribu. Pokoknya jangan pake uang di atas sepuluh ribu yeee. Maaf aja nih, soalnya keneknya sering nakal sih.

Kemudian,

Turun di kota Berastagi, biasanya sang kenek yang suaranya cempreng bikin sakit telinga itu selalu teriak-teriak nyebutin daerah yang mereka singgahi, termasuk pas sampe di Berastagi.

Nah di sini kamu bisa tetap idealis berjalan kaki sampai ke pos pendaftaran pendaki yang mau naik ke Gunung Sibayak sepanjang 3 kilometer. Buat yang nggak pengen capek, selalu ada tersedia angkutan yang bakal membawa kamu ke pos pendaftaran dengan tarif Rp 10.000. Cari aja angkot yang namanya Kama.

Kedua, bisa banget bawa mobil pribadi. Mobil kamu bisa dibawa sampai ke kaki Gunung Sibayak lho, dengan catatan bisa di jalanan menanjak. Parkirnya mah bebas, cuma harus bayar sekitar 20-30 ribu rupiah.

Ketiga, Bawa sepeda motor. Mobil pribadi aja bisa, otomatis sepeda motor juga dong. Baik mobil dan sepeda motor ntar parkirnya di deket helipad. Untuk motor biaya parkirnya sekitar Rp 15.000. Di deket helipad banyak banget warung tenda biru yang nyediain kayu bakar, mi instan tinggal seduh, gula, teh, kopi sachet. Pokoknya minuman dan makanan kemasan ada dijual. Semacam indomaret versi warung doyong begitulah.

Biaya pendaftaran untuk mendaki gunung Sibayak Rp 10.000/orang. Gunung Sibayak masih belum menggunakan SIMAKSI (Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi) seperti yang udah diberlakukan di semua gunung di Jawa.

2. Bawa kendaraan sendiri? Mending dari jalur pariwisata

Namanya juga jalur wisata, tentunya jalan beraspal. Ada dua jalur wisata menuju Gunung Sibayak. Pertama via kota Berastagi, kedua via Simpang Doulu. Dua-duanya ada angkot yang bisa membawa kamu sampe ke pos pertama gunung Sibayak dengan tarif yang sama pula yaitu 10 ribu rupiah.

Dua jalur wisata yang bisa dilalui oleh kendaraan umum. (foto: Google Maps)

3. Jalur Bambu, trek yang cocok buat pemula

Buat kamu yang pengen ngerasain mendaki melalui trek yang cocok bagi pemula maka bisa nyobain ‘jalur Bambu’. Untuk mencapai jalur bambu ini kamu harus menggunakan jalur wisata dari simpang Doulu sampai ke pemandian air panas debuk-debuk.

Kalau mau dari jalur ini mending kamu nggak usah bawa kendaraan pribadi karena biarpun ada tempat nitip kendaraan, pas pulangnya dari Sibayak kamu malah repot.

Nggak masalah sih kalau tetep mau lewat jalur bambu lagi, tapi kebanyakan pasti banyak yang tergoda buat dari jalur yang lebih nyaman dan enak juga cepat.

Nah, dari jalur ini kamu harus banget hati-hati, soalnya bisa dibilang nggak resmi karena nggak melewati pos pendaftaran. Jadi kalau kamu kenapa-kenapa dan nggak ada yang tahu kan jadi ribet urusannya. Tapi kalau tetap nekat sih ya terserah kamu. Mendaki gunung Sibayak dari Jalur Bambu bisa menghabiskan waktu sampai 4 jam pendakian. Seperti namanya, jalur ini 50% terdiri dari hutan bambu. Terakhir kali lewat sini, sekitar tahun 2016, ada longsor besar yang menghilangkan jalurnya, jadi kemarin sempet molor 2 jam karena nyari jalur baru karena longsor terjadi di tengah jalur. Mau mundur susah, maju takut nyasar.

4. Selain jalur bambu bisa juga via jalur 54

Ada jalur yang lebih panjang lagi dari Jalur Bambu, yaitu Jalur 54. Jalur ini terbuka di pinggir jalan dekat tempat wisata ‘Panatapan’. Buat yang bawa kendaraan pribadi bisa nitip di lahan parkir milik warung-warung yang berjajar di sepanjang wilayah Panatapan.

Sama dengan jalur bambu, di sini juga nggak ada pos pendaftaran jadi nggak disarankan buat lewat jalur ini. Selain itu, jalanan terjal dan minim ‘bonus’ ini cukup berbahaya kalau dilalui sendiri atau berdua. Soalnya hal mistisnya masih kental banget. Dari jalur ini kamu butuh waktu 6 jam buat sampai ke puncak Gunung Sibayak.

5. Bisa one day hiking, bisa juga camping

Karena medannya yang ramah buat pemula jadi siapa aja bisa berwisata ke puncak gunung Sibayak, even kamu pengennya cuma sehari doang.

Bagi yang pengen camping ya bisa banget mendirikan tenda dan menikmati suasana camping di sekitar kawah gunung Sibayak. Tapi ingat! Jangan pernah sepelekan alam walau saya bilang medannya nggak begitu sulit, tetaplah waspada dan persiapkan fisik dan mental kemanapun kita pergi.

Itu dulu ya buat tulisan Gunung Sibayak….

********Take nothing but pictures. Leave nothing but footprints. Kill nothing but time ~ Baltimore Grotto.

No Comments Found

Leave a Reply